Rasanya jadi Anak Rantau



Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Warahatullahiwabarakatuh
Semangat pagi!



Sebagian besar dari kita mungkin telah merasakan jauh dari keluarga dalam beberapa waktu terutama dari kedua orang tua. Apalagi bagi mereka yang sedari kecil tak pernah jauh, mungkin perpisahan ini akan terasa sangat berat. Hal ini lah yang harus dihadapi seseorang dimasa depan, merantau, sekedar mencari ilmu maupun mencari pekerjaan untuk melanjutkan hidup dan mencari cara untuk membahagiakan kedua orang tua.
Tapi tahukah kalian apa yang dirasakan oleh anak-anak rantau ini? bahagia atau sedih? atau bahkan menyesal maupun marah? ya, rasanya berbeda apa yang dirasakan oleh setiap orang, ini beberapa perasaan para anak rantau yang saya temui, dan semoga ini mewakili banyak orang. saya akan memberikan pemaparan mengenai tahap-tahap yang dilalui dan dirasakan para perantau. 
1. Menjelang keberangkatan menuju tanah rantau.
  Ini adalah saat yang menyedihkan, banyak diantara mereka mulai memperbaiki diri dan membiasakan diri untuk lebih mandiri. Mereka biasanya akan lebih ramah pada semua orang, lebih sering menebar kebahagiaan. Namun tak sedikit pula yang sangat senang pada masa ini, mereka sebagian berpikir betapa bahagianya gidup tanpa kedua orang tua yang mengatur, hidup penuh kebebasan, penuh kesenangan.
2. Hari Perpisahan.
   Hari ini menjadi hari yang penting dan bersejarah. Tatapan, senyuman, berjabat tangan hingga pelukan yang akan menjadi bekal melawan kerinduan selama beberapa bulan, bahkan beberapa tahun kedepan. Apalagi senyuman teduh dari kedua orang tua yang akan sangat dirindukan. selama diperjalan setiap masa indah akan teringat menjadi bingkai kenangan. Tak jarang dari mereka meneteskan air mata, meskipun banyak juga yang berusaha tegar.
3. Satu malam yang panjang di tanah rantau
   Ini lebih terasa, tangisan adalah lagu yang paling indah, kesunyian adalah nadanya dan kerinduan adalah teman yang paling setia. Malam ini seakan ada sebuah mesin waktu yang membawa si perantau kepada masa-masa indah. Air mata bahkan hingga kering dibuatnya. pada masa ini komunikasi dengan orang tua dan keluarga sangat efektif, tak jarang dapat mengabari berkali kali. mungkin iini lebih dikenal dengan istilah Homesick.
4. Hari hari berikutnya.
    Ini masa adaptasi yang singkat, mudah saja, hari-hari akan terasa berat namun akhirnya menyenangkan dan kembali menjadi sangat berat. ini hal yang wajar. Pada saat ini orang tua akan selalu dihubungi mulai dari bangun pagi hingga kembali tidur. pada masa ini sang perantau seperti menata kembali kehidupannya pada tempat yang berbeda.
5. Semua berjalan normal, dan ia terlena.
   Ini sangat baik ketika kau mulai merasakan kenyamanan didaerah rantau, ketika kau merasa ini adalah rumah. tapi jika boleh aku ingin mengingatkan, jangan sekali-kali kau melupakan komunikasi dengan keluarga. mungkin mereka akan sangat khawatir, apalagi jika kau merantau sendirian. jangan berikan kesempatan pada dirimu untuk menyesal dikemudian hari. dan lagi mulailah untuk mengatur kehidupanmu menjadi lebih mandiri, jangan terlalu boros, bayangkan setiap harinya kau menghabiskan uang mereka, jika itu memang kewajiban kedua orang tuamu. lantas kau akan melunasi kewajibanmu. Jangan membuat mereka sulit, setidaknya cobalah untuk meringankan beban mereka. Jika kau menginginkan sesuatu maka tahanlah dirimul.
    Akhirnya saya berharap anda bisa menikmati setiap bagian dari hidup anda, jika putih abu-abu adalah masa yang paling indah, itu saat anda di putih abu-abu. namun saat anda di masa kuliah maka jadikan masa itu menjadi masa yang paling membahagiakan. selagi kalian masi dekat dengan orang tua tunjukkanlah baktimu begitu juga kala jauh. Semoga Allah menjaga, memberi kebahagiaan, memberi rezeki berlimpah, menyehatkan selalu kedua orang tua kita dan keluarga. semoga Allah mencepatkan sukses kita, meridhoi langkah kita, semoga kita bisa membahagian keluarga kita selamanya. Semoga surga telah terbuka untuk kita yang menuntut ilmu dan keluarga yang menyediakan kebutuhan dan cinta untuk kita. Amin. Jangan menyerah diperantauan, kau tak pernah sendiri, kau bahkan tak pantas disebut perantau, kau masih di rumah, di Indonesia. bahkan bila kau keluar negeri kau masih dirumah, didunia. buatlah dirimu senyaman mungkin :)

Komentar

Postingan Populer